Go

Perbedaan Bahasa Wanita dan Pria

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada November 15th at 6:03am
Share :

Menurut Holmes (2001) wanita lebih sadar akan bahasa yang ia gunakan. Oleh karena itu, mereka akan berbicara lebih sopan dan tidak kasar. Hal ini tentu berbeda dengan laki-laki yang suka berbicara dengan keras. Hal senada juga diungkapkan oleh Voegeli (2005) dan Lakoff (1975) yang menjelaskan bahwa perempuan cenderung berbicara lebih gramatikal dan menggunakan kalimat yang lebih well-formed, berbicara lebih sopan, dan memiliki kecenderungan untuk memfasilitasi dan mendorong percakapan. Mereka juga cenderung untuk menanyakan lebih banyak pertanyaan, lebih sering untuk melindungi perasaanya, dan berbicara dengan cara yang lebih pribadi dan dengan emosi (menghayati). Laki-laki, di sisi lain, menggunakan bahasa yang lebih sehari-hari, lebih langsung dan faktual. Penggunaan bahasa Jawa pada kaum wanita di Jawa misalnya adalah mereka tidak menggunakan kata-kata kasar seperti bajingan, asu (anjing), atau kirik (anak anjing). Akan tetapi mereka menggunakan kata yang lebih sopan seperti asem, semprul, dan sejenisnya. Sedangkan laki-laki ketika menggunakan kata-kata seperti bajingan, asu, dan kirik adalah menjadi hal yang lumrah.

Kata-kata makian seperti dalam masyarakat Jawa juga terjadi dalam penggunaan bahasa Inggris, contohnya kata-kata kasar seperti damn atau shit; wanita hanya akan bilang oh dear. Perbedaan laki-laki dan wanita dalam berbahasa pada umumnya dipengaruhi oleh faktor sosial masyarakat. Seperti yang dijelaskan oleh Voegeli (2005) yang menjelaskan bahwa perbedaan berbahasa antara wanita dan laki-laki dipengaruhi karena faktor status social dimana status wanita dianggap lebih rendah dari pada laki-laki. Di Jawa sendiri terdapat suatu etika atau norma (namun sekarang ini mulai bergeser) dimana wanita harus berbicara yang lembut, tidak kasar, dan tidak boleh tertawa secara terbahak-bahak, sekalipun ada sesuatu yang sangat lucu maka ia harus menahan tertawanya agar tidak membuka lebar-lebar.

Referensi

Bloomfield, Leonard. 1973. Language. London: Compton printing Ltd.

Chaer, A. & L Agustina. 1995. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.

Coulmas, F. 1997. The Handbook of Sociolinguistiks. USA: Blackwell Publishing.

Fasold, Ralph. 1984. The Sociolinguistiks of Society. England: Basil Blackwell Publisher.

Fishman, J.A. 1972. The Sociology of Language. Massachusetts: Newbury House Publisher.

Holmes, Janet. 2001. An Introduction Sociolinguistik. Pearson Education Limited.

Artikel Lainnya

Deadline atau Dateline: Kesalahan-Kesalahan Paling Sering Orang Indonesia Lakukan Saat Menggunakan Bahasa Inggris
Preposition of Quantity
Diminutives: -let, -y, dan mini-
Manakah yang Benar On Foot atau By foot?
Pengertian, Jenis, dan Contoh Determiner
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi