Go

Mengenal Infleksi dan Derivasi di dalam Bahasa

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada November 21st at 4:02am
Share :

Jika sahabat belajar mengenai kelas kata dan pembentukan kata baru di dalam suatu bahasa maka ada baiknya sahabat juga mengetahui konsep derivasi dan infleksi. Mengapa demikian? Karena mempelajari konsep infleksi dan derivasi, kita juga akan mempelajari bagaimana proses imbuhan yang terdiri dari suffix, prefix, dan infix terhadap kata. Imbuhan menjadi bagian yang sangat penting karena berhubungan dengan perubahan makna dan perubahan kelas kata. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas pengertian infleksi dan derivasi di dalam konsep bahasa.

1. Infleksi

Infleksi (inflectional) adalah proses pembentukan kata baru dengan menambahkan imbuhan terhadap suatu kata yang tidak mengubah kelas kata tersebut. Dengan kata lain, jika suatu kata mendapat prefix, suffix, ataupun infix, maka kelas kata dari kata tersebut masih sama, misalnya kata "book" menjadi "books". "Book" yang pertama adalah buku yang hanya berjumlah tunggal, sedangkan "books" adalah buku yang jamak. Akan tetapi, baik "book" maupun "books" keduanya masih sama-sama sebagai kata benda/ noun. Contoh infleksi pada kata kerja misalnya kata "study" yang berubah menjadi "studies", "studied", dan "studying". Imbuhan pada proses pembentukan kata "study" menjadi beberapa kata tersebut tidak merubah kelas kata; semuanya masih menjadi kata kerja/ verb.

Bahasa-bahasa yang mengalami proses pembentukan kata dengan infleksi adalah bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Latin, bahasa Sansekerta, dan lain sebagainya.

Contoh infleksi di dalam bahasa Indonesia misalnya adalah kata buah dan buah-buahan. "Buah" adalah kata benda tunggal, sedangkan "buah-buahan" adalah kata benda jamak. Pada kasus ini reduplikasi mengakibatkan pembentukan kata baru dengan perubahan dari tunggal ke jamak. Oleh karena itu, di dalam bahasa Indonesia untuk menunjukan kata benda jamak maka kita hanya perlu mereduplikasi kata tersebut, misalnya "orang" menjadi "orang-orang", "rumah" menjadi "rumah-rumah", dan sebagainya.

Sedangkan pada bahasa Inggris -pada umumnya- kita memerlukan morfem s, seperti book menjadi books, apple menjadi apples, dan sebagainya. Tentu antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain memiliki cara yang berbeda. Infleksi pada bahasa Arab misalnya, pada huruf و /waw/ yang diimbuhkan pada akhir kata /fi‟il/ menunjukkan makna plural. Seperti kata خسجىا “mereka telah keluar” dan ذهثىا “mereka telah pergi” dll. Dalam bahasa Arab infleksi disebut dengan ا رٌصس فَ ا غٌٍىٌ .

Unsur yang ditambahkan pada kata dapat berupa suffix, prefix, dan infix, atau juga berupa perubahan internal. Perubahan internal contohnya adalah “woman” (kata benda tunggal) menjadi “women” (kata benda jamak). Di sini terjadi perubahan fonem (bunyi) “a” menjadi “e”. Penambahan yang sekaligus menimbulkan perubahan pada kata dasar yang berkategori verba disebut dengan konjugasi, dan perubahan yang terjadi pada nomina dan adjektif disebut dengan deklinasi. Perubahan infleksi di dalam bahasa Arab bisa sahabat lihat di artikel ini.

Contoh imbuhan infleksi di dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut:

2. Derivasi

Derivasi (derivational) adalah proses imbuhan terhadap suatu suku kata yang berakibat mengubah kelas kata tersebut, misalnya imbuhan pada kata “sing” menjadi “singer”. Sing adalah kata kerja yang berarti menyanyi, ketika mendapatkan imbuhan “er” maka berubah menjadi kata benda “singer” yang berarti penyanyi. Dari pengertian yang sederhana ini kita bisa memahani bahwa derivasi akan mengakibatkan perubahan kelas kata dan makna dari kata yang mendapatkan imbuhan derivasi. Di dalam bahasa Indonesia kita bisa menjumpai misalnya kata “pukul” menjadi “pemukul” dan "pemukulan". Proses imbuhan derivasi mengakibatkan perubahan makna dan kelas kata. Kata “pukul” yang merupakan kata kerja, berubah menjadi kata benda ketika mendapat imbuhan “pe-” menjadi “pemukul” dan imbuhan "pe-an" menjadi "pemukulan".

Proses derivasi juga bisa kita temukan di dalam bahasa Arab. Dalam bahasa Arab ditemukan hal yang sama, seperti kata صٔس /nasara/ yang berkelas kata fi‟il (kata kerja), dibentuk menjadi أصس /nâshir-un/ yang berkelas kata isim (kata benda). Pada proses derivasi, di samping menimbulkan kelas kata yang berbeda, proses ini juga menimbulkan makna yang berbeda pula meskipun kelas kata sama, misalnya, kata صٔس/nasara/ bisa juga dibentuk menjadi صِٕىز /mansûr-un/. Kelas katanya sama dangan أصس /nasir-un/ (yaitu sama-sama isim) tetapi maknanya berbeda; أصس /nasir-un/ bermakna „penolong‟, sementara صِٕىز /mansûr-un/ bermakna „yang ditolong‟. Proses derivasi dalam bahasa Arab sering diistilahkan dengan /al-Taşrif al-iştilâhy/.

Contoh imbuhan derivasi dari bahasa Inggris adalah seperti tabel di bawah ini:

Hal yang perlu diperhatikan di dalam proses derivasi adalah "perubahan makna" contoh di atas adalah kata "kind" adalah kata sifat, kemudian mendapat imbuhan "un-" menjadi "unkind" masih sama-sama sebagai kata sifat. Akan tetapi, makna dari dua kata tersebut berbeda sangat kontras "baik" menjadi "tidak baik". Sehingga proses tersebut masuk ke dalam proses derivasi, bukan infleksi meskipun perubahan kelas katanya masih sama, yaitu kata sifat menjadi kata sifat.

Artikel Lainnya

Perbedaan Antara Preposition, Adverb, dan Particle
Mengenal Nama-Nama Musim (Jahreszeiten) Dalam Bahasa Jerman
Perbedaan Assure, Ensure, dan Insure
Matter & It doesn't Matter
Apa Sih Sebenarnya Arti Savage dan Maniac dalam Mobile Legend?
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi