Go

Pengertian Morfem dan Cara Mengidentifikasikannya

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada January 23rd at 1:59am
Share :

Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang masih memiliki arti dan tidak bisa dipecah lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, misalnya kata books merupakan satu kata dengan 2 mofem, yaitu morfem book dan morfem s. Morfem book berarti buku dan morfem s berarti penanda plural. Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa dalam satu kata bisa terdiri dari beberapa morfem dan minimal mengandung satu morfem, misalnya seperti pada kata book, morfemnya adalah book itu sendiri. Jadi, satu buah kata bisa jadi adalah sebuah morfem, tetapi sebuah morfem belum tentu sebuah kata. Morfem s pada kata books, apples, tables bukanlah kata.

Untuk menentukan sebuah satuan bentuk adalah morfem (dilambangkan dengan { }) atau bukan maka terlebih dahulu kita harus membandingkan bentuk tersebut dengan bentuk-bentuk lain. Sebelum mengidentifikasikan kita harus mengerti beberapa konsep seperti stem dan root dalam suatu kata. Stem adalah morfem dasar yang bisa dilekatkan dengan morfem yang lainya. Root adalah morfem paling dasar atau inti dari sebuah kata yang tidak bisa dibagi lagi. Misalnya pada kata pembunuhan maka stemnya adalah pembunuh dan root-nya adalah bunuh. Dengan penjelasan bahwa bunuh sebagai morfem terikat bebas sedangkan prefiks-pem dan suffiks -an adalah morfem terikat. Oleh karena itu, dalam kata pembunuhan terdapat tiga bentuk morfem, yaitu morfem {pem}, {bunuh}, dan {an}. Dalam mengidentifikasikan morfem ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam korelasinya terhadap bentuk yaitu:

1) Prinsip pertama adalah bentuk yang memiliki makna dan bunyi yang sama dapat diartikan memiliki morfem yang sama juga.

kata morfem
Taller morfem{ tall} dan {er}
Smaller morfem{small} dan{er}
Tallest morfem {tall} dan {est}
Smallest morfem{small} dan {est}

Pada contoh di atas morfem {er} pada kata smaller dan taller memiliki arti yang sama yaitu penanda komparasi lebih. Sedangkan est pada kata tallest dan smallest memiliki arti sebagai penanda superlative atau paling.

2) Prinsip kedua adalah bentuk dengan makna yang sama tetapi bentuk bunyi yang berbeda,

Misalnya terjadi pada penanda plural pada bahasa Inggris berbeda-beda dengan morf s dengan banyak alomorfnya seperti /s/, /z/, /«z/, /n/, Perhatikan contoh berikut ini:

kata morfem
books morfem book dan s
Shadez morfem shade dan z
hedg«z morfem hedg dan «z
oxn morfem ox dan n

3) prinsip ketiga adalah tidak semua morfem adalah segmental atau memiliki batas yang jelas antar penanda morfemnya.

Sehingga pada kata-kata yang memiliki morfemya adalah bukan segmental maka kita tidak bisa mengerti batas setiap morfemnya dimana. Banyak bahasa-bahasa di dunia yang batas morfemnya tidak jelas misalnya bahasa Arab dan Latin. Namun, beberapa contoh dalam bahasa Inggris pun sebenarnya juga terdapat beberapa kata yang ternyata tidak semua morfemnya bukan segmental. Perhatikan contoh kata dalam bentuk present dan past berikut ini:

kata morfem arti
Buy bought membeli
See saw melihat
Go went pergi

Dari contoh di atas penanda past tidak jelas yang mana, tentu berbeda dengan kata kerja yang beraturan yang selalu diakhiri dengan -ed sebagai penanda past. Namun pada kata kerja Ireguler seperti pada contoh di atas kita tidak bisa mengsegmentasikan penanda past.

4) Prinsip ke empat adalah sebuah morfem mungkin adalah kosong

Contoh dari kata yang memiliki morfem zero misalnya adalah pada kata run dan read dalam bahasa inggris untuk waktu lampau dan sekarang memiliki bentuk yang sama. Contoh lain pada kata fish. One fish, two fish, tidak akan menjadi one fish, two fishes, atau fishes. Penanda plural s atau z tidak bisa digunakan di kata fish.

verb 1 verb 2 arti
read read membaca
run run lari

Artikel Lainnya

Expect dan Hope?
Both
Daftar Kosakata-Kosakata Tentang Geografi Bahasa Inggris
Come
Contoh Kalimat konotasi dan Denotasi dalam Bahasa Indonesia
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi