Go

Proses Morfologis Pembentukan Sebuah Kata

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada November 15th at 4:33am
Share :

Proses morfologis adalah suatu proses pembentukan kata dengan cara menghubungkan satu morfem dengan morfem yang lain atau proses yang mengubah leksem menjadi sebuah kata. Pada hakikatnya setiap bahasa memiliki ciri tersendiri dalam proses pembentukan kata (word formation). Akan tetapi, secara garis besar perbedaan pembentukan kata pada setiap bahasa tersebut dapat dibagi ke dalam dua proses yaitu, proses concatenative (beriringan antar beberapa morfem) dan non-concatenative (perubahan internal dengan modifikasi).

Proses concatenative dibagi menjadi empat jenis yaitu proses penggabungan (cumpounding), imbuhan (affixation), penyatuan (incorporation) dan klitikisasi (cliticization). Sedangkan proses non concatenative dibagi menjadi 12 jenis yaitu: Reduplikasi (reduplication), perubahan vokal (vowel modification), perubahan konsonan (consonant modification), perubahan campuran (mixed modivication), perubahan suplesi (suplession), konversi (conversion), derivasi belakang (back formation), kliping (clipping), blending, akronim (acronym), singkatan (abbreviation), dan perpindahan tekanan dan nada (stress and tone placement).

A. Proses pengambilan beriringan antar beberapa morfem (concatenative)

1) Penggabungan

Proses pembentukan kata dengan penggabungan merupakan penggabungan antar kata yang kemudian menghasilkan kata baru dengan menghasilkan juga makna yang baru, contohnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris adalah:

kata arti
Meja hijau pengadilan
Rumah sakit tempat untuk merawat dan mengobati orang yang sakit
White house istana kepresidenan Amerika Serikat

2) Afiksasi

Hampir sebagian besar bahasa memiliki bentuk morfologi yang satu ini yaitu afiksasi atau imbuhan. Hal yang perlu diperhatikan dalam afiksasi adalah terdapat imbuhan awal (prefiks), imbuhan tengah (infiks), imbuhan akhir (sufiks), dan imbuhan campuran (cirkumsiks).

Prefiks sufiks infiks campuran
Ber-hitung hitung-an g-em-etar per-hitung-an
Re-play play-er t-um-indak re-play-ed

Dari contoh di atas dari tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Jawa yang perlu diperhatikan adalah afiksasi bisa mengakibatkan perubahan kelas kata tetapi ada juga afiksasi yang tidak mengubah kelas kata, dalam hal ini termasuk maknanya. Hal lainya yang juga penting adalah bahwa tidak semua sistem bahasa memiliki sufiks, infiks, ataupun prefiks, misalnya bahasa inggris yang tidak ditemukan infiks dalam proses pembentukan kata.

3) Penyatuan

Proses penyatuan memiliki hampir kesamaan dengan penggabungan, perbedaanya terletak pada kelas kata yang digabungkan adalah kata benda dan kata kerja yang menimbulkan makna yang berafiliasi sebagai kata kerja.

4) klitikisasi (cliticization)

Klitikisasi adalah salah satu bentuk dalam word formation berupa penyingkatan beberapa kata yang kemudian berdiri sendiri karena alasan fonologi. Elemen ini –yang disebut dengan clitics- disandingkan dengan kata yang lain. Proses klitikisasi ditemukan dalam bahasa Inggris dan Prancis, misalnya:

I’am very happy

They’re studying linguistics

Aan’s going to succeed

B. proses internal dengan modifikasi

1) Reduplikasi

Reduplikasi merupakan salah satu bentuk proses morfologis dimana adanya pengulangan kata. Selain bahasa Indonesia, bahasa turki juga merupakan salah satu bahasa yang memiliki proses morfologis reduplikasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam reduplikasi adalah pengulangan tersebut dapat merubah makna –yang biasanya- juga bisa merubah kelas kata. Contoh:

Turki

kata reduplikasi arti
Iji (baik) iji-iji sangat baik
Gyzel (cantik) gyzel-gyzel sangat cantik

Indonesia

kata reduplikasi arti
Orang orang-orang banyak orang
Anak anak-anak banyak anak

2) Perubahan vokal

Perubahan vokal merupakan pembentukan kata baru dengan merubah vokal dalam kata tersebut. Perubahan vokal banyak terjadi dalam bahasa Inggris, contoh:

present past
sing (menyanyi) sang
sink (menenggelamkan) sank
foot (kaki) feet
goose (ansa) geese

3) Perubahan konsonan

Perubahan konsonan merupakan pembentukan kata baru dengan merubah konsonan dalam kata tersebut. Perubahan konsonan juga banyak terjadi dalam bahasa Inggris, contoh:

Kata benda kata kerja
Offence (penyerangan) offend menyerang
Defence (pemertahanan) defend bertahan
Bent (bengkok) bend membengkokan

4) Perubahan campuran

Perubahan campuran merupakan pembentukan kata baru dengan merubah vokal dan konsonan dalam kata tersebut. Perubahan ini juga banyak terjadi dalam bahasa Inggris, contoh:

Present past arti
Bring brought membawa
Buy bought membeli
Teach taught mengajar

5) Perubahan suplesi

Perubahan suplesi merupakan pembentukan kata baru dengan cara perubahan secara seporadis terhadap kata yang ada, sehingga cirri awal dari kata tersebut tidak bisa di identifikasikan. Perubahan ini juga terjadi kebanyakan di bahasa Inggris, Prancis, Rusia, Spanyol, dan Jerman contoh:

Negara kata dasar bentuk suplesi
Prancis avoir memiliki eu (memiliki lampau)
Spanyol ir pergi fue (pergi lampau)
Inggris go (pergi) went (pergi lampau)

6) Konversi

Konversi merupakan pembentukan kata baru tanpa adanya proses afiksasi, penggambungan, atau proses yang lain sehingga kata yang baru dibentuk tetap utuh sama dengan kata sebelumnya hanya kelas kata saja yang berubah. Oleh karena itu pembentukan ini kadang disebut sebagai zero derivation, contoh:

kata benda menjadi kata kerja kata kerja menjadi benda
to finger (a) survey
to ship (a brief) report
to pilot (a long) walk

7) Derivasi belakang

Derivasi belakang adalah proses pembentukan kata baru dengan membuang imbuhan yang terdapat pada kata, contoh:

Kata baru kata asal
Housekeep ibu rumah tangga housekeeper
Donate sumbangan donation
Orientate orientasi orientation

8) Kliping

Kliping adalah proses pembentukan kata baru dengan cara pemendekan suku kata dengan cara menghapus satu atau lebih suku kata.

Kata baru kata asal
Prof profesor
Pak bapak
Flu influenza
Bu ibu

9) Blending

Blending adalah proses pembentukan kata baru dengan cara menggabungkan dua bagian dari kata yang bukan morfem, tetapi menciptakan kata baru dan memiliki arti yang masih mengandung makna dari unsur kata yang digabungkan, contoh:

Kata baru kata asal
Modem modulator dan demodulator
Bit binary dan digit
Spam spiced dan ham

10) Akronim

Akronim adalah proses pembentukan kata baru dengan cara mengambil inisial dari beberapa kata menjadi satu dan dapat dibaca layaknya sebuah kata. Contoh

Kata baru kata asal
Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat
ABRI Angkatan Bersenjata Republic Indonesia
NATO North Atlantic Treaty Organization

11) Singkatan

Singkatan adalah proses pembentukan kata baru dengan cara mengambil inisial dari beberapa kata tetapi cara pengucapanya adalah dieja sesuai bunyi hurufnya. Contoh:

Kata baru kata asal
BNI Bank Negara Indonesia
UGM Universitas Gadjah Mada
MU FC Manchester United Football Club

12) Perpindahan tekanan dan nada

Perpindahan tekanan dan nada adalah pembentukan kata baru dengan cara memindah tekanan pada posisi kata yang satu ke posisi yang lain. Proses pembentukan kata semacam ini terjadi juga pada bahasa Inggris dan bahasa Mono-Bili yang berada di Negara Afrika, Zaire. Pada bahasa Mono-Bili ini tekanan nada naik dan turun digunakan untuk membedakan verabal antara masa lampau (past) dan masa yang akan dating (future), contoh:

Kata Kerja Kata Benda
ImplaÚnt iÚmplant
ImpoÚrt iÚmport
PreseÚnt preÚsent
Masa lampau masa akan datang
daÚ menampar da~ akan mnampar
ziÚ makan zi~ akan makan
woÚ membunuh wo~ akan membunuh

Artikel Lainnya

이것/ 저것/ 그것 (Ini, Itu)
자음 (Konsonan)
Can and Could
Arti dan Penggunaan Kata Sumimasen (すみません) Dalam Bahasa Jepang
Deadline atau Dateline: Kesalahan-Kesalahan Paling Sering Orang Indonesia Lakukan Saat Menggunakan Bahasa Inggris
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi