Go

Penyebab Terjadinya Homonimi dalam Sebuah Bahasa

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada November 15th at 4:33am
Share :

1. Afiksasi
Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada bentuk dasar untuk membentuk kata polimorfemik. Afiksasi selalu berupa morfem terikat. Dalam bahasa Indonesia, adanya proses afiksasi dapat membentuk pasangan homonimi. Berikut ini adalah contohnya. beruang: ‘sejenis binatang kutub yang berkakiempat’ ‘memiliki ruang (terbentuk dari ber- + ruang)’ ‘memiliki uang (terbentuk dari ber- + uang)’ Di dalam kamus KBBI, pasangan homonimi kata beruang terlihat pada entri dan subentri sebagai berikut. uang n 1 alat tukar atau standar ukur nilai (kesatuan hitung) yg sah, terbuat dr kertas, emas, perak, atau logam yg dicetak pemerintah suatu negara; 2 harta; kekayaan; beruang v 1 mempunyai uang: andai saya ~ banyak; 2 ki kaya: hanya orang ~ saja yg bisa naik mobil mewah; ruang n 1 sela-sela antara dua (deret) tiang atau sela-sela antara empat tiang (di bawah kolong rumah); beruang v memiliki ruang; beruang n binatang buas jenis Ursus, berbulu tebal, dapat berdiri di atas kedua kakinya, mempunyai cakar, dan bermoncong panjang

2. Masuknya Kata-kata Baru ke dalam Kosakata Bahasa Indonesia
Setiap bahasa yang hidup akan selalu mengalami perkembangan. Dalam perkembangannya, bahasa mungkin saja meminjam konsep-konsep baru yang belum ada padanannya. Peminjaman atau pemungutan istilah/konsep baru itu bisa berasal dari bahasa daerah atau bahasa lain. Konsep baru itu dapat digunakan dalam berbagai bidang, misalnya, politik, ekonomi, bahasa, sosial, dsb. Kosakata pinjaman atau pungutan tersebut ada yang mempunyai kesamaan bentuk dengan kosakata yang ada (bahasa Indonesia) sehingga membentuk pasangan yang homonim. Berikut ini adalah contohnya. kopi ‘nama jenis pohon, bijinya yang telah digoreng dan ditumbuk kemudian dijadikan minuman’ kopi ‘berasal dari kata copy (Inggris) salinan dokumen sesuai dengan yang asli’ Dalam penyusunan di KBBI, homonimi terlihat pada entri sebagai berikut. 1kopi n 1 salinan surat dsb; turunan; 2naskah karangan yg akan dicetak; 2kopi n sj tumbuhan yg banyak ditanam diAsia dan Afrika, buahnya digoreng dan ditumbuk halus-halus dijadikan bahan minuman

3. Adanya Proses Penyingkatan dan Pengakroniman
Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. Adanya proses penyingkatan dan pengakroniman dapat membentuk pasangan hominimi, misalnya PM ‘Perdana Menteri’ dan ‘Polisi Militer’. Dalam penyusunan kamus dwibahasa yang ditulis oleh Hassan Shadily dan John Echols, homonimi dapat dilihat pada entri sebagai berikut. PM1 [Perdana Menteri] prime minister PM2 [Polisi Militer] military police

4. Gejala Bahasa
Gejala bahasa adalah peristiwa yang menyangkut bentukan-bentukan kata atau kalimat dengan segala macam proses pembentukannya. Bila dikenakan pada proses pembentukan kata, gejala bahasa berhubungan dengan proses penambahan, penghilangan, pertukaran, dan perubahan fonem sebuah kata. Untuk lebih jelasnya, perhatikan perubahan kata-kata berikut. bom-ebom, kapak-kampak, jodoh-jodo, folio-polio

 

Artikel Lainnya

Tenses Apa yang Paling Sering Digunakan dalam Karya Ilmiah?
Perbedaan Antara Tool, Utensil, Equipment, dan Apparatus
Because, Because of, Cause, Cos
Istilah-Istilah yang Harus diketahui Saat Belajar Bahasa Inggris
Pengertian dan contoh Part of Speech
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi