Go

PEUBI: Penulisan Kata Sandang Sing dan Sang

Ditulis oleh Aan Setyawan
Dipublikasikan pada July 9th at 9:15am
Share :

PEUBI: Penulisan Kata Sandang Sing dan Sang

Kata sandang biasa juga disebut dengan artikula. Kata sandang pada umumnya tidak memiliki makna leksikal. Namun, ia mempunyai fungsi penanda nomina. Misalnya, kata sandang Sri umumnya sebagai penanda raja, contohnya Sri Sultan Agung Tirtayasa. Artikel kali ini hanya membahas kata sandang sing dan sang dalam bahasa Indonesia.

A. SI

Si digunakan untuk menandai kata benda makhluk hidup secara umum. Si digunakan secara terpisah dengan kata yang mengikutinya. Si ditulis kecil ketika berada selain di awal kalimat.

a. Si pelacur seharusnya sudah mati.

b. Hadiah tersebut telah diterima oleh si penerima.

c. Akhirnya si Buta dari gua hantu itu menikah.

B. SANG

Sang digunakan untuk menandai kata benda secara umum, baik benda mati maupun hidup. Penulisan sang juga sama dengan si. Perbedaanya adalah sang dapat ditulis dengan huruf kapital jika merujuk pada nama Tuhan. Si dan sang kadangkala bisa saling menggantikan. Namun, sang memiliki makna konotasi yang lebih meninggikan, sementara si lebih memiliki nilai rasa yang rendah.

a. Pelan-pelan sang mentari keluar dari persembunyiannya.

b. Harimau itu marah kepada sang kancil.

c. Mari kita kembali bersimpuh kepada Sang Pencipta.

Artikel Lainnya

Mengkaji Budaya Melalui Linguistik Antropologi
Adverbs sebagai penanda discourse (diskursus)
Age atau Old
Predicate of Sentence
Bahasa Inggrisnya Sampah: Mengenal Perbedaan Waste, Garbage, Rubbish, Trash, Litter, Debris, Scarp dan Refuse
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi